Sabtu, 29 Mei 2010

Supporter BonJoVi (Bonek,Jogyakarta, dan viking) vs The JAS Mania (Jakarta, Arema, dan sleman) Musuh bebuyutan

Liburan semester yang lalu saya pulang ke Bekasi dengan naik kereta api ekonomi progo jurusan Jogyakarta-Pasar Senen kemudian saya duduk di gerbong 9 dengan nomor tempat duduk 17b bersebelahan dengan seorang pemuda yang berwajah lumayan sangar dan kelihatan seperti anak band. Ia namanya mas Izzi dari surabaya dan hobinya berkelana serta bermain musik dengan aliran musik heavy metal rock. Meskipun dia anak band, dia juga suporter Bonek dan Arsenal lalu kami saling bertukar pengalaman, pengetahuan dunia sepak bola dan pengalaman hidupnya menjadi supporter bonek hingga sekarang, ia pernah ikut tawuran diberbagai daerah seperti malang dan jakarta, bahkan ia menunjukan bekas luka sabetan senjata tajam di bahu kanan hadiah dari tawuran dengan supporter aremaania di malang pada tahun 2002-an, tetapi sebenarnya ia menyesal dan menyayangkan sikap arogan bonek yang membakar Stadion gelora Sepuluh November Surabaya basecamp Persebaya dan ia juga pernah ikut tawuran antara bonek dengan the jak mania di jakarta, kala itu bonek berhasil memukul mundur the jak mania di daerah sendiri.

Pantaslah dan tidak mengherankan cap anarkis terpatri di tubuh supporter bonek, tetapi ketika pertandingan pesebaya vs persib di bandung, para supporter bonek melempari rumah warga dengan batudi sekitar daerah solo dan merusak fasilitas umum di stasiun Kereta Api, namun di bandung supporter bonek tidak membuat kerusuhan justru bermain sportif karena mereka adalah sekutu yang dinamai BonJoVi (bonek, jogyakarta, dan viking). Hal ini di buktikan dengan yel-yel mereka saat berkunjung di bandung yaitu “bonek-viking kita saudara, bonek-jogja kita saudara, jogja-viking kita saudara, dan sleman asu dibunuh saja.” Begitu juga dengan sebaliknya saat persib vs persebaya di kandang persebaya tidak terjadi kerusuhan, justru insiden kerusuhan kecil terjadi saat dalam perjalanan pulang dengan naik kereta api pasundan di lempari batu oleh supporter solo “pasoepati” di stasiun purwosari, solo. Insiden tersebut menimbulkan seorang polisi terluka di bagian kepala dan area parkir stasiun purwosari mengalami kerusakan akibat amukan viking yang mencari para supporter solo, dari serangkaian kejadian atau peristiwa kericuhan para supporter bola di indonesia, maka tidak heran dunia sepakbola Indonesia di mata dunia sangat amat memalukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar